Evaluasi Keberhasilan Study dilakukan bertahap meliputi:

  1. Evaluasi keberhasilan study semesteran
  2. Evaluasi keberhasilan study dua taunan pertama
  3. Evaluasi keberhasilan study akhir program.

Keberhasilan study dinyatakan dengan  indeks prestasi (IP)

Evaluasi Keberhasilan Study Semesteran

Evaluasi keberhasilan study semesteran dilakukan pada tiap-tiap akhir semester mata kuliah yang diambil mahasiswa pada semester yang baru berakhir/ditempuh.   Hasil evaluasi ini terutama digunakan untuk menentukan beban study  yang boleh diambil  pada semester berikutnya dengan memperhitungkan  keberhasilan study semester-semester sebelumnya.  Besarnya beban study  yang boleh diambil mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan dengan pedoman sebagai berikut:

 

IP Semester yang lalu

 

Beban yang boleh diambil

≥ 3,00

2,50 – 2,99

2,00 – 2, 49

1,50 – 1,99

≤1,50

21 – 24 SKS

18 – 21 SKS

15 – 18 SKS

12 – 15 SKS

12 ≤ SKS

 

Evaluasi Keberhasilan Study Tahun Pertama

Pada akkhir dua tahun pertama terhitung  mulai saat mahasiswa terdaftar, keberhasilan study mahasiswa dievaluasi disertai dengan berita acara untuk menentukan apakah boleh melanjutkan study atau tidak.  Mahasiswa boleh melanjutkan study, apabila memenuhi syarat-syarat:

  1. mengumpulkan sekuran-kurangnya 30 SKS
  2. mencapai indeks prestasi komulatif sekurang-kurangnya 2,00.

Evaluasi Keberhasilan Study Akhir Program  

Evaluasi akhir program dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan

110 – 120 SKS  dalam kurun wakru maksimal 10 semester.

Putus Sekolah

Mahasiswa putus kuliah ialah mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan evaluasi keberhasilan study  2 tahun pertama,  2 tahun kedua, atau akhir  program.    Mahasiswa putus sekolah dinyatakan dengan Surat Keputusan Direktur ASGA Surakarta.

Mahasiswa yang pada satu semester tertentu hanya dapat mencapai IP di bawah 1,5 dinyatakan di bawah pengawasan.

Catatan:

Hal-hal yang menyimpang dari ketentuan evaluasi di atas akan diatur secara khusus.

Ujian

Bentuk Ujian

Ujian dapat dilaksanakan dalam berbagai macam cara, seperti tertulis, latihan/praktik, penampilan,, bentuk seminar, bentuk pemberian tugas, bentuk penulisan karangan, dan sebagainya.   Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut, disesuaikan dengan jenis-jenis mata kuliah, tujuan kurikuler,  kondisi tenaga dosen,  dan jumlah mahasiswa.

Selain itu juga diselenggarakan tes-tes formatif, dan sumatif, untuk mencapai obyektifitas penilaian.

Untuk mengetahui keberhasilan Study mahasiswa, maka diadakan bermacam-macam ujian yang meliputi:

  1. Ujian mata kuliah pengetahuan/praktik yang terdiri dari:
    1. Ujian Harian atau berkala;
    2. Ujian tengah semester; dan
    3. Ujian semester.
  2. Ujian Tugas Akhir yang terdiri dari:
  3. Penyajian/pertanggungjawaban karya;
  4. Seminar

Persyaratan Peserta Ujian

Yang diperbolekan mengikuti ujian adalah mahasiswa yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 75 % dari semua kegiatan tatap muka untuk masig-masing mata kuliah direncanakan pada semester yang berlangsung, serta memenuhi ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan.

Mahasiswa yang presensinya kurang dari  75% dari jumlah tatap muka, tidak diperbolehkan mengikuti ujian.

Mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian untuk mata kuliah yang tidak direncanakan dalam KRS/KPRS.

Mahasiswa yang tidak hadir dalam ujian yag terjadwal tanpa keterangan yang dapat diopertanggungjawabkan, dinyatakan gugur.

Mahasiswa yang akan mengikuti ujian, diwajibkan mendaftarkan matakuliah yang akan ditempuh ke Subbagian Akademik, sesuai dengan waktu yang terjadwal

.

Catatan:

Ujian tugas akhir dan pembawaan diatur dalam buku Panduan tugas Akhir.